Kamis, 15 Maret 2012

Masuknya Islam ke Tanah Jawa


Situasi masyarakat indonesia khususnya di pulau Jawa sebelum kedatangan Islam, kehidupannya dipengaruhi oleh Sistem Kasta atau peradabaan golongan kelas, sehingga kehidupan masyarakat terpecah-pecah.
Dan karena mereka yang tergolong kasta tinggi tidak diperkenankan bergaul dengan orang yang berkasta rendah. Sebagaimana mereka membagi kasta menjadi empat :
1.      Kasta Brahmana
2.      Kasta Ksatria
3.      Kasta Waisya
4.      Kasta Sudra
Diantara keempat kasta itu yang paling rendah tingkatannya adalah Kasta Sudra. Kasta inilah yang sering ditindas oleh kasta-kasta yang lebih tinggi, sehingga hidupnya selalu resah.
Setelah agama Islam masuk dan tersebar di masyarakat, baru dari sedikit kesedikit terkikislah perbedaan kasta-kasta itu dan mulailah terjaminnya hak asasi manusia tanpa ada perbedaan.
Menurut catatan ahli sejarah, Agama Islam masuk ke Pulau Jawa sekitar abad XI Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Arab dan disebarkan Muballigh dari Pasai (Aceh Utara).
Tetapi sebagian lagi dari ahli sejarah mengatakan, bahwa agama Islam masuk ke Indonesia yang pertama adalah di Pulau Jawa. Karena pada tahun 929 - 949 M, masa kekuasaan Prabu Sindok, para saudagar dari Pulau Jawa sudah banyak yang berlayar sampai ke Baghdad. Demikian juga para pedagang dari Persia dan Gujarat sudah ada yang datang ke Indonesia.
Dikatakan lebih dahuludi pulau Jawa, karena ditemukan satu bukti pada batu nisan seorang wanita Islam yang bernama Fatimah Binti Maimun, yang dimakamkan di Desa Leran Gresik, tertulis wafatnya tahun 475 H atau tahun 1082 Masehi.
Sedangkan mula-mula Islam masuk Sumatera yang dibawa oleh Syaikh Abdullah Arif dan Syaikh Burhanudin Al - Kamil yang akhirnya beliau wafat di Kunta pada tahun 610 H atau 1214 H.
Adapun yang didatangi pertama oleh Islam di Pulau Jawa yaitu di daerah-daerah pesisir utara Jawa Timur. Agama yang nampak perkembangannya di pulau Jawa Itu, sejak datangnya Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang kemudian menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Timur. Untuk perkembangan selanjutnya ditingkatkan oleh adanya para Wali yang terhimpun dalam nama "WALI SANGA" (Wali Sembilan) sehingga meluaslah Islam ke seluruh tanah Jawa. Seperti di Jawa Barat dipelopori oleh Sunan Gunung Jati dan Fatahillah yang berhasil meng - Islamkan Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Juga halnya di Jawa Tengah ditangani oleh Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga. Dan untuk wilayah Jawa Timur diteruskan oleh Sunan Ampel dan Sunan Giri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar